Perangi Stunting Sejak Dini di Desa Klakah: Libatkan 20 Kader dari 10 Posyandu, Dorong Aplikasi Resep Standar di Tingkat Desa

  • Nov 13, 2025
  • Asmaul Husnah, S.Pd
  • Kesehatan, Pemberdayaan, Peningkatan Kapasitas

KLAKAH – Pemerintah Desa Klakah bekerja sama dengan Puskesmas Klakah mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai dengan takaran gizi yang optimal. Kegiatan ini berlangsung sukses pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Balai Desa Klakah.

Kegiatan utama yang diselenggarakan adalah Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang Seimbang Gizi. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi teoritis, tetapi juga mencakup demonstrasi langsung atau praktik pembuatan PMT. Tujuan spesifik dari pelatihan ini adalah untuk memastikan bahwa PMT yang dibagikan oleh posyandu memiliki kandungan nutrisi makro dan mikro yang memadai, sehingga benar-benar efektif dalam mendukung tumbuh kembang balita dan mencegah gagal tumbuh atau stunting.

Narasumber utama yang didatangkan untuk memberikan materi dan memimpin praktik adalah Ibu Shafa, seorang Nutrisionis ahli dari Puskesmas Klakah. Kehadiran beliau memastikan bahwa informasi dan resep yang dibagikan berbasis ilmu gizi yang akurat dan teruji. Peserta yang diundang secara khusus adalah para ujung tombak kesehatan di tingkat akar rumput, yaitu kader posyandu. Sebanyak 20 orang kader hadir, di mana masing-masing 10 Posyandu yang tersebar di Desa Klakah mengirimkan 2 perwakilan kader terbaiknya.

Ketua TP PKK Desa Klakah, Ibu Husnaeni Salim, dalam sambutan pembukaannya, menegaskan bahwa penanggulangan stunting merupakan prioritas utama. Beliau menyoroti peran sentral kader posyandu dalam hal ini.

"Angka stunting harus kita tekan serendah mungkin. PMT yang selama ini kita berikan di posyandu harus kita evaluasi. Kualitas harus lebih diutamakan daripada kuantitas. Sosialisasi ini bertujuan agar semua kader memiliki standar resep dan takaran gizi yang sama dan tepat, sehingga setiap PMT yang diterima balita kita di 10 posyandu Desa Klakah benar-benar menjadi makanan penyelamat gizi," tegasnya.

Ibu Shafa membuka sesi dengan memaparkan teori dasar gizi seimbang, khususnya protein hewani dan zat besi yang esensial untuk tumbuh kembang otak dan fisik anak. Sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan PMT. Resep yang didemonstrasikan adalah menu sederhana, murah, namun kaya gizi, seperti agar-agar susu dengan buah dan roti. Sebagai output utama dari kegiatan ini, seluruh peserta diberikan Buku Saku Resep Standar PMT yang telah disesuaikan takaran gizinya oleh Nutrisionis. Resep ini wajib diaplikasikan secara seragam di seluruh 10 posyandu Desa Klakah, sehingga terdapat keseragaman dan jaminan kualitas gizi dalam pemberian makanan tambahan.

Para kader menyambut baik inisiatif ini. Ibu Sunarya, perwakilan dari Posyandu Delima Merah, mengungkapkan, "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Selama ini kami hanya mengira PMT itu yang penting kenyang. Sekarang kami tahu, takaran protein dan kalorinya harus tepat. Kami siap mengaplikasikan resep baru ini di posyandu kami."

Diharapkan, standarisasi pembuatan PMT ini akan segera memberikan dampak positif, terlihat dari peningkatan status gizi dan penurunan prevalensi stunting pada balita di Desa Klakah dalam periode mendatang.